Salah satu pendekatan yang baik adalah memberikan ruang kepada anak untuk mencoba.
Orang tua terkadang ingin segera membantu ketika melihat anak kesulitan. Padahal, proses mencoba merupakan bagian penting dari pembelajaran motorik.
Misalnya, ketika anak belajar memakai sepatu, mengambil makanan dengan sendok, menyusun balok, atau menaiki tangga, berikan kesempatan untuk menyelesaikannya sendiri selama kondisi tetap aman.
Jika anak mengalami kesulitan, orang tua dapat memberikan bantuan secara bertahap tanpa langsung mengambil alih seluruh aktivitas.
Dengan cara tersebut, anak dapat belajar koordinasi tubuh sekaligus membangun rasa percaya diri.
Hindari Terlalu Sering Membandingkan Anak CUAN88
Setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda.
Ada anak yang lebih cepat berjalan, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk terampil menggambar. Ada pula anak yang memiliki koordinasi tangan yang sangat baik tetapi masih memerlukan latihan untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Karena itu, sebaiknya hindari membandingkan kemampuan anak dengan saudara, teman, atau anak lain seusianya secara berlebihan.
Pendekatan yang lebih baik adalah memperhatikan perkembangan anak dibandingkan dengan kemampuannya sendiri sebelumnya.
Misalnya, jika sebelumnya anak belum mampu melempar bola dengan baik dan sekarang sudah mulai dapat mengarahkan lemparannya, hal tersebut sudah merupakan sebuah perkembangan yang positif.
Gunakan Pujian yang Mendukung Proses
Memberikan apresiasi dapat membantu meningkatkan motivasi anak.
Namun, pujian sebaiknya tidak hanya diberikan ketika anak berhasil menyelesaikan suatu aktivitas. Orang tua juga dapat menghargai usaha dan keberanian anak dalam mencoba.
Contohnya, daripada hanya mengatakan “Kamu hebat karena berhasil,” orang tua dapat mengatakan, “Kamu tadi terus mencoba sampai akhirnya bisa.”
Pendekatan seperti ini membantu anak memahami bahwa proses belajar membutuhkan latihan dan kesabaran.
Dengan begitu, anak tidak mudah menyerah ketika menghadapi aktivitas yang terasa sulit.